Kamu pernah dengar kalau berpelukan memiliki banyak manfaat bukan? Nah, ternyata kamu bisa atasi depresi dengan pelukan. Benar tidak sih? Simak selengkapnya di sini ya!

Kamu pernah mendengar manfaat dari pelukan tidak, Goddess? Ternyata banyak penelitian yang telah mengungkapkan dampak positif berpelukan, mulai dari meringankan rasa sakit, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko gangguan jantung. Nah, beberapa penelitian juga menunjukkan kalau pelukan mampu mengatasi depresi. Benar tidak sih? Cari tahu faktanya di bawah ini!

pexels.com
  1. Hormon Cinta Sebagai Obat Depresi

Saat berpelukan, otak akan mengeluarkan hormon bernama oksitosin yang juga terkenal dengan nama hormon cinta. Hormon ini diyakini efektif untuk mengobati depresi karena memicu perilaku empati. Hal ini dapat membantu melawan keinginan yang dialami penderita depresi untuk mengisolasi dirinya dari banyak orang.

  1. Menurunkan Kadar Hormon Kortisol

Berpelukan juga berfungsi untuk menurunkan level hormon kortisol. Hormon ini adalah hormon yang sering membuat kamu merasa stres atau cemas.

  1. Memicu Hormon Dopamin

Berpelukan juga dapat memicu tubuh menghasilkan hormon dopamin. Hormon ini berpengaruh pada rasa menyenangkan atau percaya diri.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa berpelukan tidak secara langsung dapat menyembuhkan depresi. Namun, mereka cukup optimis dengan manfaat dari hormon oksitosin ini. Pada dasarnya, kontak fisik ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi gejala depresi. Elizabeth Lombardo, seorang psikolog dan terapis fisik mengatakan bahwa berpelukan dapat meningkatkan kebahagiaan secara keseluruhan.