Pada beberapa forum atau obrolan dengan sesama perempuan, pertanyaan tentang penting tidaknya memakai sunscreen masih sering terdengar. Padahal, sunscreen bisa dibilang kebutuhan pokok karena fungsinya yang sangat mendasar untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB. Ada banyak fakta menarik tentang sunscreen yang wajib kamu tahu. Apa saja fakta tersebut? Simak berikut ini:

 

Sunscreen dan sunblock berbeda

Tidak banyak orang yang tahu bahwa sunscreen dan sunblock itu berbeda. Produk yang sering diandalkan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV ini punya cara kerja yang berbeda.

Sunscreen disebut juga tabir surya kimiawi. Caranya kerjanya dengan menembus lapisan teratas kulit. Fungsinya tidak lain untuk menyerap sinar matahari yang sudah terlanjur masuk ke dalam kulit. Sunscreen ini mengandung sederet bahan kimia. Dilansir dari website hellosehat, sunscreen umumnya mengandung beberapa bahan kimia berikut ini: Octylcrylene, Avobenzone (filter UVA yang paling tidak stabil dan terurai di bawah matahari), Octinoxate, Octisalate, Oxybenzone, Homosalate, Helioplex, 4-MBC, Mexoryl SX dan XL, Tinosorb S dan M, Uvinul T 150, dan Uvinul A Plus. Biasanya sunscreen hanya mengandung bahan kimia yang bisa menyerap sinar UVB, tetapi saat ini sudah semakin banyak sunscreen yang bisa menangkal UVA juga.

Sementara sunblock bekerja dengan cara melindungi kulit langsung dari sinar matahari sesaat setelah diaplikasin di kulit. Berbeda dengan sunscreen yang butuh waktu 20 menit untuk menyerap di kulit dan baru berfungsi aktif melindungi kulit. Perbedaannya, sunblock bekerja untuk menangkal atau menghalangi sinar matahari dengan cara membangun lapisan pelindung di permukaan kulit. Umumnya, kandungan kimia dalam sunblock adalah titanium dioksida atau zinc oksida yang berfungsi sebagai filter UVA dan UVB fisik. Kandungan ini adalah satu-satunya yang disetujui oleh FDA. Kemampuan dari kandungan tersebut adalah bersifat reflektif dan memiliki kestabilan kandungan yang bisa terurai di bawah sinar matahari langsung.

Risiko Penggunaan Sunscreen

 

Untuk kamu yang berkulit sensitif, menggunakan sunscreen yang didominasi dengan bahan-bahan kimia memang lebih rentan iritasi. Dilansir dari hellosehat, penggunaan sunscreen mungkin dapat menyebabkan peningkatan timbulnya bintik-bintik cokelat, kemerahan, dan rosacea pada kulit akibat peningkatan suhu tubuh internal. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memilih suncreen atau sunblock, ada baiknya Anda mengecek komposisinya terlebih dulu.

 

Bukan Tinggi Kandungannya, Tetapi Seberapa Sering Mengaplikasikannya

 

Salah satu poin penting yang harus digaris bawahi saat menggunakan sunscreen atau sunblock adalah kandungan SPF-nya. Untuk mendapatkan proteksi yang maksimal, tinggi kandungan SPF memang perlu dijadikan poin penentu. Paling rendah gunakanlah sunscreen atau sunblock dengan SPF 15. Namun, yang lebih penting adalah seberapa sering kamu mengaplikasikannya ulang. Umumnya proteksi sunscreen atau sunblock berfungsi maksimal selama 20 menit di bawah paparan sinar matahari langsung. Dengan demikian, mengaplikasikan ulang sesering mungkin ketika kamu beraktivitas di luar sangat disarankan.

Tidak Ada yang Terbaik, Pilih Sesuai Kebutuhan

 

Sunscreen dan sunblock, mana yang lebih baik? Jawabannya sebenarnya tidak ada. Keduanya punya komposisi berbeda dan cara kerja yang tidak sama. Jadi, pilih sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhanmu. Yang terpenting, tetap pakai sunscreen atau sunblock sebelum kamu beraktivitas di pagi hari. Pasalnya, sinar UV bisa menembus awan bahkan kaca jendela di kantormu! So, merawat lebih baik kan daripada terlambat.

Goddess punya fakta menarik lain tentang sunscreen dan sunblock? Share to us!